Sepulang sekolah, Reina dari lab. kimia, sehabis rapat mengenai kegiatan ekskursi, tiba-tiba Bu Lili memanggil dan meminta tolong kepada Reina untuk mengawasi Muri yang sedang ulangan susulan. Selama mengawasi, Reina memerhatikan Muri dan tiba-tiba Muri memergokinya sedang memperhatikannya. Sepulang itu, saat Reina menunggu angkot, Muri menghampirinya dengan mobilnya dan menawarkan tumpangan. Awalnya, Reina tidak mau, namun akhirnya Reina menerima juga.
Awalnya, Reina mengira bawa Muri adalah sama saja dengan Tasha, sombong, namun ternyata dia ramah bahkan mau menawarkan tumpangan. Selama diperjanalan, mereka mengobrol dan Muri mengajak Reina makan bersama dan akhirnya mereka makan bersama. Esoknya, Reina menemui Agung untuk menyereahkan proposal baru mengenai kegiatan ekskursi KIR. Sepulang sekolah, ekskul Cheers mengadakan rapat mengenai masalah Gathering mereka. Dan kata Sherly, kapten cheers, acara Gathering mereka di pindahakan menjadi ke Papandayan, hampir setengah dari mereka tidak percaya. Awalnya Tasha tidak mau ikut, namun kata Sherly, ada pemilihan kapten cheers baru dan terpaksa Ia ikut karena Tasha tidak rela Muri yang menjadi kapten Cheers selanjutnya. Ternyata, ada ekskur lain yang ingin ke Papandayan,yaitu KIR.
Acara pun tiba. Sebagian dari anak Cheers membawa mobil pribadi. Sesampainya di Papandayan, mereka langsung membuat tenda. Malam harinya, Reina tidak bisa tidur karena dingin sekali dan ia ingin buang air kecil. Lalu, saat menuju ke WC, Reina melewati tenda-tenda anak Cheers dan ia mendengar suara laki-laki dari tenda-tenda mereka. Dia heran karena tidak ada laki-laki yang ikut dalam acara tersebut, adanya saat mereka tadi ingin membuat tenda dan mereka juga warga sekitar daerah tempat mereka menginap. Tiba-tiba, ada yang membekap mulut Reina dan membawanya ke belakang tenda. Ternyata itu Muri. Muri bilang bahaya kalau leawat daerah sini mala-malam. Saat Reina teanya mengapa ada suara laki-laki di tenda anak Cheers kata Muri itu mereka adalah pacar-pacar dari anak Cheers. Muri tau itu melanggar aturan dan Muri bilang ia juga tidak mau munafik, tiba-tiba ia mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakan salah satu dan menghisapnya dalam-dalam.
Hari pertama di semester baru. Reina datang pagi-pagi. Ia sudah janjian dengan seseorang. Tiba-tiba ia bertemu dengan Muri dan mereka mengobrol sebentar. Lalu, Reina meminta untuk pergi duluan karena ia mau ke Lab. Komputer, Muri pun ikut ke Lab. Komputer. Kata Reina komputernya terkena virus dan kemarin, Sigit dari kelas 2 IPA 2 sudah meng-install ulang semua sistem komputer dan hilang, namun tadi saat dinyalakan kembali virus itu muncul lagi, kata Sigit. Saat istirahat, Reina kembali ke Lab. Komputer dan ia ingin tahu tentang virus tadi pagi. Ia bertemu Sigit dan kata Sigit virusnya sudah hilang, bahkan Sigit meyakinkan sampai 1000%. Saat Reina menanyakan mengapa ia begitu yakin, kata Sigit 10 menit saat semua kembali ke kelas, Sigit lupa apakah ia sudah mengunci pintu Lab. atau belum. Saat di Lab. ia menemukan sebuah flashdisk yang bertuliskan menyarankan untuk menggunakan flashdisk ini yang isinya antivirus.
Suatu hari, SMAN 76 kedatangan murid baru dari Inggris bernama Andre, kelas 2IPA 4. Cowok berkulit putih, hidung yang mancung dan ia pun keturunan Indo(Inggris-Indonesia) langsung saja menjadi hot news dan banyak cewek -cewek yang ingin berkenalan dengannya. Reina tidak memperdulikannya, tiba-tiba Veni terlihat gembira sekali karena baru saja tersenggol Andre. Reina heran dan ia bertanya Andre siapa, lalu Veni menjelaskan. Namun, Reina tetap saja tidak perduli walaupun Andre mirip dengan Orlando Bloom atau Keanu Reeves. Suatu saat, seorang cowok keluar dari ruang kelas dan tiba-tiba Reina terpaku menatap cowok itu karena ia tidak pernah bertemu dengan dia sebelumnya. Saat cowok itu menjelaskan siapakah dia, ternyata dia teman Reina semasa kecil, Andre. Awalnya, Reina tidak menyangka bahwa perubahan Andre dari dulu hingga sekarang itu berbeda sekali. Dulu, Andre memakai kacamata, karena tidak menggunakan kacamata itu, Reina tidak mengenalinya karena sekarang ia menggunakan contact lens. Pulang sekolah Reina tidak pulang bersama Muri, karena Muri ingin pergi bersama Danu, lalu Muri mengajak Reina apa Reina mau ikut dia ke diskotek malam itu. Namun, Reina menolaknya. Ternyata, sebelumnya Reina sudah diajak Andre untuk menemaninya berkeliling Bandung dan Reina sudah diberi izin oleh kedua orang tuanya.
Malam harinya, Andre dan Reina pergi ke SE, diskotek di daerah Cihampelas. Ternyata, Andre mau menunggu temannya dari Inggris disitu. Ketika masuk kesana, Reina merasa pusing karena ia belum terbiasa ke diskotek. Lalu, Andre manelepon temannya dan katanya temannya masih dijalan karena terjebak macet. Reina pun mau menunggu. Tiba-tiba Tasha dan teman-temanya merasa kaget karena ada Muri yang meminta paksa kamera yang kebetulan sedang dibawa oleh Tasha. Karena Tasha tidak mau menyerahkan, Muri merampasnya dan seketika itu juga Muri menampar Tasha hingga Tasha hampir jatuh! Lalu , Muri mangancam Tasha untuk tidak mengganggu Reina lagi! Lalu, Reina mendekati Reina untuk memeriksanya, lalu Muri membawa Reina masuk ke mobilnya untuk pulang. Lalu, Muri menyuruh Danu dan teman-temannya untuk memberi [elajaran kepada Andre. Muri pun memecat Tasha dan Fifi dari Cheerleaders. dan kalau Tasha mau protes, ia tinggal bilang ke alasannya. Sesampainya dirumah, Tasha langsung mengempaskan tubuhnya ke tempat tidur, lalu ia bangun dan mendekati meja belajarnya. Ia mengambil sebuah amplop besar berwarna cokelat, namun ia tidak membukanya. Amplop itu ia terima beberapa hari yang lalu dari Muri. Ternyata isi dari amplop ini yang membuatnya tidak berani melawan Muri tadi diSE, juga isi amplop ini dapat membuat kehidupannya hancur. Reina mencoba membuka matanya, namun kepalanya masih terasa sangat berat. ia lalu menyadari bahwa ia sedang tidak dirumahnya dan ia mengenakan pun baju tidur. Ia mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi. Lalu, ia ingat, bahwa ia diberi minuman oleh Andre dan kata Andre minuman ini tidak mengandung alkohol 100%. Lalu, ia percaya, karena ia tidak tahu, ia meminumnya dan tiba-tiba merasa pusing. Dan ia sadar begitu di kamar itu. Lalu, Reina bangun dan ia mencari ada siapakah dirumah itu. Lalu, begitu keluar kamar, Reina melihat sebuah kamar, pintunya terbuka sedikit, akhirnya ia tahu rumah siapa itu.
Ini adalah rumah Muri. Reina melihat Muri sedang memainkan laptopnya dan Muri menggunakan kacamata. Reina sempat melihat layar tampilan di laptop itu, yang awalnya berisi dengan tulisan berlatar hitam, lalu Muri menekan salah satu keyboard, dan layarnya berubah menjadi tampilan game. Lalu, Muri menjelaskan mengapa Reina bisa mabuk. Lalu, reina menunjukan kamera yang tadi Muri minta dari Tasha. Ternyata saat Reina melihatnya, kamera itu berisi foto-fotonya saat ia sedang mabuk dan mungkin ada yang sengaja mengambilnya untuk diberikan ke sekolahnya. Yang terlintas di pikirannya saat itu adalah Andre dan Tasha. Reina pun heran. Muri bilang Andre adalah sepupu dari Reina. setelah diingat-ingat, dulu waktu masih kecil, Andre pernah membawa sepupunya ke rumah Andre yang bernama Tasha dan mereka bermain, namun Reina pergi karena Tasha sombong dan ingin menang sendiri. reina tidak menyangka bahwa ia akan satu sekolah denganTasha sepupu Andre itu. Lalu, Reina melihat benda-benda yang ada di dekat laptop Muri, yaitu 2 buah hand phone, 1 buah PDA, dan 1 alat elektronik lain yang Reina pun tidak tahu itu apa. Lalu, ia bertanya pada Muri apakah ia memakai kacamata betulan atau hanya main-main, dan kata Muri itu kacamata asli, bahkan sudah minus 5 sedangkan Reina saja baru minus 3. Selam ini, ternyata Muri menggunak contact lens di sekolah.
Jumat, 11 September 2009
Langganan:
Komentar (Atom)